Hatidamai.id Gowa, Sulsel — Di tengah dinamika politik dan isu stabilitas internal pemerintahan, Bupati Gowa, Dr. Hj. Husniah Talenrang, tetap menunjukkan konsistensi dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik.
Komitmen tersebut terlihat saat ia memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kabupaten Gowa yang digelar di Lapangan Kantor Bupati Gowa, Senin (4/5).
Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan arah kebijakan pendidikan yang lebih kontekstual dan dekat dengan pengalaman belajar siswa.
Di tengah berbagai isu yang berkembang, Husniah tampak tetap tenang dan tidak terpengaruh. Bahkan, intensitas kerjanya dinilai meningkat, terutama dalam merealisasikan program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Dalam dua hari terakhir, ia tercatat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Bontonompo dan Bontonompo Selatan, untuk meresmikan program bedah rumah bagi warga kurang mampu.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
Respons Warga: Kritik Dinilai Berbanding Terbalik dengan Popularitas
Sejumlah warga menilai, maraknya aksi demonstrasi justru berdampak pada meningkatnya popularitas Bupati Gowa di tengah masyarakat.
Mereka beranggapan bahwa sebagian kritik yang muncul telah melampaui batas kewajaran dan diduga sarat kepentingan kelompok tertentu.
“Semakin sering didemo, justru semakin dikenal dan didukung. Apalagi banyak warga yang merasakan langsung bantuan beliau,” ujar seorang warga yang ditemui di salah satu warkop di Kecamatan Pallangga.
Ia juga menambahkan bahwa upaya untuk menjatuhkan kepemimpinan yang sedang berjalan tidaklah mudah, terlebih jika pemimpin tersebut masih mendapat kepercayaan publik.
Penggiat LSM: Legitimasi Kuat dari Rakyat
Pandangan serupa disampaikan seorang penggiat LSM yang enggan disebutkan identitasnya. Ia menilai posisi Bupati Gowa relatif kuat karena memiliki legitimasi langsung dari masyarakat.
Menurutnya, sejumlah capaian pembangunan menjadi indikator nyata, termasuk perhatian terhadap warga miskin ekstrem serta pembangunan infrastruktur di wilayah dataran tinggi yang sebelumnya kurang tersentuh.
“Dukungan masyarakat itu nyata. Program-programnya dirasakan langsung, terutama di daerah yang sebelumnya terisolasi. Ini yang membuat posisinya tidak mudah digoyahkan,” ujarnya.
Dengan berbagai capaian tersebut, dinamika politik yang berkembang dinilai belum berdampak signifikan terhadap stabilitas kepemimpinan di Kabupaten Gowa.
