GOWA, HATIDAMAI.ID – Pepatah lama menyebutkan, “Air tenang menghanyutkan. “Secara harfiah, air yang tampak tenang dan tidak beriak seringkali menyimpan kedalaman serta arus kuat di dasarnya yang mampu membawa benda berat bahkan menenggelamkan.
Filosofi ini seolah menggambarkan sosok Bupati Gowa, Husniah Talenrang.
Di tengah gempuran serangan politik dan isu yang mencoba melemahkan, ia justru tampil kalem, tidak banyak bicara, namun bekerja dengan strategi yang matang dan dampak yang nyata bagi masyarakat.
Setahun masa kepemimpinannya berjalan, berbagai prestasi mulai terasa. Salah satu capaian membanggakan adalah keberhasilan pemerintahannya dalam menurunkan angka kemiskinan.
Masyarakat Gowa mengakui, baru kali ini hadir sosok pemimpin perempuan yang begitu peduli. Husniah tidak sungkan turun langsung menemui warga miskin ekstrem, bahkan turun tangan membantu mewujudkan rumah layak huni bagi mereka.
Kepedulian dan kerja keras tersebut tampaknya menjadi alasan kuat mengapa ia kini menjadi sasaran. Di tengah kinerjanya yang membaik, nama baiknya justru diuji dengan berbagai konspirasi politik yang datang bertubi-tubi.
Meski demikian, Husniah berdarah kelahiran Bontonompo ini sama sekali tidak terlihat goyah. Wajahnya tetap teduh, senyumnya tak pernah hilang, dan roda pemerintahan tetap berjalan lancar demi kesejahteraan rakyat.
“Mister X” dan Upaya Penggulingan
Beredar luas istilah “Mister X” yang diyakini publik memiliki peran penting di balik layar. Sosok ini dituding memiliki pengaruh besar dan terlibat dalam manuver politik rahasia, termasuk upaya untuk melengserkan Husniah dari jabatannya.
Berbagai aksi, mulai dari demonstrasi hingga penyebaran fitnah keji, dilakukan oleh sekelompok orang tertentu. Namun, semua itu tidak menyurutkan langkah sang Bupati.
Ia tetap fokus pada pelayanan dan pembangunan, membuktikan bahwa tekanan justru membuatnya semakin kuat.
“Sebenarnya beliau tidak sendirian. Di samping keluarga, ada ribuan bahkan puluhan ribu rakyat yang selalu berada di belakang dan mendukungnya,” ujar salah satu tim relawan yang enggan disebutkan namanya.
Hal senada juga dikonfirmasi oleh sumber dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemda Gowa. Mereka membenarkan adanya indikasi keterlibatan sosok misterius yang selama ini disebut-sebut sebagai dalang di balik gejolak politik tersebut.
“Sepandai-pandainya Tupai Melompat, Akhirnya Jatuh Juga”
Sementara itu, emosi masyarakat mulai tersulut. Salah satu pendukung setia yang merupakan perempuan warga asli Kecamatan Pallangga, Gowa, berinisial AS, menilai perlakuan terhadap Bupati Husniah sudah sangat tidak manusiawi.
Ia mengutip pepatah lain, “Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya akan jatuh juga.” Pesan ini menyiratkan bahwa segala sesuatu yang disembunyikan, terutama jika berisi keburukan dan kesalahan, pada akhirnya pasti akan terungkap juga.
“Sebagai perempuan, tentu kami sangat tidak bisa menerima jika seorang pemimpin diperlakukan demikian. Mereka yang melakukan fitnah ini sudah hilang rasa kemanusiaannya.
Bagaimana mungkin Ibu Bupati dipaksa mundur hanya dengan isu yang kebenarannya belum jelas?” ujarnya dengan nada emosional.
“Semoga orang-orang yang menyebarkan fitnah keji ini mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya. (naja)
