Hatidamai.id Gowa Sulsel — Suasana politik di Kabupaten Gowa memanas menyusul beredarnya isu Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang mengarah pada oknum pejabat daerah.
Di tengah isu tersebut, Bupati Gowa, Dr. Hj. Sitti Husniah Talenrang, justru disebut-sebut sebagai korban fitnah dan konspirasi politik yang bertujuan menjatuhkan kepemimpinannya.
Masyarakat Gowa menyuarakan apresiasi atas ketegaran Bupati Husniah dalam menghadapi berbagai isu. Berbeda dengan dugaan kasus yang mungkin melibatkan pejabat lain, Bupati Husniah dinilai tidak pernah tersangkut kasus KKN. Hal ini memunculkan pertanyaan di kalangan warga, mengapa oknum pejabat yang diduga terlibat kasus korupsi miliaran rupiah belum tersentuh hukum, sementara perhatian publik justru dialihkan pada berita fitnah yang ditujukan kepada Bupati.
Bupati Husniah, yang juga adik kandung Komisaris Jenderal Polisi Mohammad Fadil Imran dan Bupati Takalar, menjadi sorotan akibat penyebaran berita bohong (hoaks) sensitif melalui media sosial oleh kelompok oknum tertentu. Warga Kecamatan Bontonompo Gowa berharap Bupati diberi kesempatan membangun daerah tanpa tekanan konspirasi politik.
Muncul pertanyaan mengenai serangan mendadak terhadap pemimpin Gowa ini, terlebih di saat ia terlihat aktif turun ke lapangan memastikan program pembangunan berjalan sesuai visi misi demi kesejahteraan masyarakat. Meski menghadapi tekanan dan pemberitaan yang belum terverifikasi, Bupati Husniah memilih fokus bekerja dan melayani masyarakat, sejalan dengan pepatah “anjing menggonggong kafilah berlalu”.
Dukungan masyarakat terhadap kepemimpinan Bupati Gowa dinilai masih cukup kuat. Kesabaran dan keteguhannya dalam menghadapi cobaan dianggap mencerminkan kepemimpinan yang matang. Warga berharap situasi kondusif terjaga agar pembangunan di Gowa berjalan optimal demi kesejahteraan rakyat.
Tim












