Hatidamai.id Gowa Sulsel —Perhatian publik Kabupaten Gowa tertuju pada gedung DPRD setempat, Senin (11/5). Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar untuk menanggapi tiga tuntutan utama masyarakat menjadi sorotan utama, berlangsung di bawah pengawalan ketat ratusan aparat kepolisian dan Brimob, serta dipantau puluhan awak media.
Sementara Aliansi Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gowa pada Senin (11/5). Aksi tersebut membawa misi penolakan terhadap hasil Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang dinilai bergulir tanpa landasan bukti otentik, sekaligus melayangkan ultimatum keras kepada pihak legislatif.
Jalannya aksi ini mendapat perhatian sekaligus dukungan dari masyarakat setempat. Salah seorang warga Gowa, berinisial AS, yang ikut menyaksikan jalannya demonstrasi menyatakan dukungannya terhadap gerakan mahasiswa demi menegakkan kebenaran.
Menurut AS, isu sensitif yang dibahas dalam RDPU DPRD Gowa tersebut terkesan dipaksakan dan menyudutkan pimpinan daerah tanpa didasari bukti-bukti yang valid.
”Kami sangat mendukung pergerakan adik-adik mahasiswa demi membela kebenaran. Ada indikasi kuat bahwa RDPU di DPRD Gowa ini hasilnya tidak memiliki bukti otentik terkait isu sensitif yang dituduhkan kepada pemimpin kita,” ujar AS saat ditemui di lokasi aksi, Senin (11/5).
AS menambahkan, tuduhan tersebut sangat tidak berdasar, terlebih saat ini sang pemimpin daerah tengah fokus merealisasikan berbagai program pro-rakyat. Salah satunya adalah program bedah rumah yang menyasar warga miskin ekstrem di Kabupaten Gowa.
Diwarnai Kericuhan dan Serangan Kelompok Lain
Aksi penyampaian aspirasi yang awalnya berjalan tertib sempat memanas. Di sela-sela berlangsungnya demonstrasi dan pelaksanaan RDPU di dalam gedung, situasi mendadak ricuh setelah massa aksi mendapat serangan tiba-tiba dari kelompok lain yang belum diketahui identitasnya.
Bentrokan singkat tersebut sempat memicu ketegangan di sekitar area Gedung DPRD Gowa, sebelum akhirnya situasi berhasil diredam oleh Kapolres Gowa, dijabat oleh AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si.
Ultimatum dan Seruan “Siri’ Na Pacce”
Menyikapi polemik yang berkembang, Aliansi Mahasiswa bersama warga memberikan ultimatum tegas kepada DPRD Gowa. Jika tuntutan mereka diabaikan dan isu tanpa bukti ini terus digulirkan, mereka mengancam akan menggelar aksi gelombang kedua dengan massa yang jauh lebih besar.
”Kalau ultimatum ini tidak diindahkan, maka Aliansi bersama rakyat Gowa akan bergerak dengan aksi yang lebih besar untuk menduduki Gedung DPRD Gowa,” tegas AS menirukan poin tuntutan mahasiswa.
Lebih lanjut, AS mengaitkan persoalan ini dengan prinsip hidup masyarakat Bugis-Makassar, yaitu Siri’ Na Pacce (menjaga harga diri dan rasa kesetiakawanan). Ia mengimbau agar marwah pemimpin dan keluarga besarnya tidak dinodai oleh isu-isu liar.
”Kebenaran sudah mulai tampak di depan publik. Jika hal (tuduhan) ini terus dipaksakan oleh DPRD Gowa, maka sebagai orang asli Makassar di Gowa, kami menyarankan agar keluarga besar Bupati Gowa yang tersebar di seluruh penjuru saatnya bersatu menjaga martabat,” pungkasnya.
(Liputan: Naja)












